Menu

The Equalizer 2

Harus Nonton 0
Tidak Tertarik 0

Ketika mendengar atau melihat embel-embel angka 2 di belakang judul sebuah film,sudah pasti orang tau kalau itu adalah lanjutan dari filmnya terdahulu atau biasa disebut sequel. Dan harapan banyak orang adalah selalu berharap sequel akan lebih baik dari film pertamanya, walaupun pada kenyataan nya belum tentu semua itu berlaku. Dan kita pun kadang harus menunggu lama untuk sebuah sequel film, paling cepat bisa 2-3 tahun, bahkan ada sebuah sequel film perlu memakan waktu lebih dari 10tahun, itu pun berlaku diperfilman Indonesia, sebuah film pertamanya sukses di tahun 2000an dan baru dibuatkan sequel pada 2016 karena saking penasarannya penonton dengan ending yang masih terasa “Nggantung” di film pertamanya. 
Pada kasus The Equalizer 2 membutuhkan waktu setidaknya 4 tahun dari film pertamanya THE EQUALIZER (2014). Jika pada film pertamanya ada seorang gadis manis yang diperankan oleh Chloe Grace Moretz yang menarik perhatian para kawula muda khususnya para pria, kalian tidak akan menemukan aroma itu lagi di film yg ke 2 ini. Pun demikian pesona sang aktor utamanya Denzel Washington yang sudah dikenal sebagai Aktor peraih Oscar tidak perlu lagi di ragukan kemampuan aktingnya terutama dalam film bergenre action seperti ini. Dan jika pada film pertamanya terdapat beberapa aksi brutal, untuk film ke dua ini sepertinya agak dibuat lebih “halus” dengan meminimalkan adegan-adegan sadis tersebut. 

Diceritakan di film pertamanya sang aktor Robert McCall (Denzel Washington) adalah seorang mantan aparat yang bertindak sesuka hatinya ketika ia melihat suatu tindak kejahatan. Dengan caranya sendiri ia akan mencari tahu siapa dalang kejahatan tersebut sampai tuntas tanpa memandang dari kalangan apa korban kejahatan tersebut. Ramuan itu masih akan kita temukan di film keduanya ini. Sekuel film ini dibuka dengan adegan pada tengah malam di atas kereta yang melintasi pedesaan Turki. Seorang Pensiunan dan mantan agen CIA, Robert McCall, menyamar sebagai Muslim di bawah kufi dan jenggot layaknya orang-orang timur tengah terlihat  mengikuti beberapa pedagang manusia ke dalam bar, kemudian terjadilah baku hantam di antara mereka. Tidak jelas apa yang mereka bicarakan sebenarnya, sepertinya ini hanya sebagai rendezvous sedikit untuk mengingatkan kita pada film pertamanya. 

Di The Equalizer 2 ini McCall harus mencari tahu siapa dalang dari pembunuhan teman lamanya sendiri Susan Plummer (Melissa Leo) yang tewas ketika hendak menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di Brussel, Belgia. Ketika menjalankan misinya, Susan Plummer berangkat bersama rekannya Dave York (Pedro Pascal), tetapi McCall banyak menemukan kejanggalan ketika melihat cctv hotel, dari pertama Susan Plummer masuk ke hotel hingga ia ditemukan tewas di kamarnya. Dengan caranya sendiri McCall bekerja keras mengumpulkan data-data untuk memecahkan kasus ini.                   

The Equalizer 2 sebagian besar melupakan tentang indikator ketegangan dalam visualnya, karena sequel ini lebih banyak menitik beratkan emosi sang aktor itu sendiri. Ini adalah sekuel yang berisi konten tentang inersia pendahulunya. Antoine Fuqua sang sutradara yang juga mengerjakan film pertama kali ini bekerjasama dengan Richard Wenk sebagai penulis skenario untuk mengembangkan cerita. Banyak kritikus film beranggapan alur cerita sequel ini terlihat tergesa-gesa dengan tujuan supaya pelaku pembunuhan cepat ditemukan. The Equalizer 2 tampaknya terlalu terperangkap dalam inti cerita film pertama yang sudah banyak orang ketahui, sehingga di sequel ini seperti tidak mempedulikan hal-hal kecil seperti aliran narasi atau konektivitas alurnya. Padahal film pertama meninggalkan kesan penonton yang sangat puas dengan akting sang aktor pemenang Oscar, Denzel Washington. Meskipun The Equalizer 2 pada dasarnya memiliki pembuka film yang terlihat kurang aneh namun sebagian besar aksi di "The Equalizer 2" pun masih dapat kita nikmati dengan nyaman.

back to top