Menu

Slender Man

Harus Nonton 0
Tidak Tertarik 0

Film horror memang masih banyak dinimati hingga hari ini. Di bioskop tanah air sendiri pun masih ada beberapa film horror lokal yang masih tayang, dan kesemuanya bisa mengumpulkan jumlah penonton yang mumpuni. Slender Man pun akan ikut meramaikan layar bioskop pekan ini. Meskipun ini mundur dari jadwal awal rilis ini adalah di bulan Mei, dan akhirnya resmi liris di bulan Agustus, di negara asalnya (USA), negara-negara lain dan juga termasuk Indonesia. Akhir-akhir ini film horror banyak mengutamakan objek anak-anak dalam ceritanya, maka berbeda dengan Slender Man yang lebih menitik beratkan objeknya pada teenager atau remaja usia belasan tahun yang penasaran dengan sosok Slender Man.

Adalah Wren (Joey King), Hallie (Julia Goldani),Chloe (Jaz Sinclair) dan Katie Jensen (Annalise Basso) adalah 4 sahabat gadis remaja di sebuah kota kecil di Massachusetts, yang sering menghabiskan waktu bersama baik di sekolah atau pun diluar sekolah mereka, dan mereka saling terbuka dan bahkan tidak ada yang dirahasiakan di antara mereka. Suatu waktu mereka pernah mendengar tentang Slender Man, dan mereka penasaran apakah bisa memanggil Slender Man tersebut? Mereka pun mulai iseng mencari info tentang Slender Man di internet, tentang rupa Slender Man dan cara bagiamana memanggil Slender Man tersebut, dan untuk membuktikan bahwa Slender Man (Javier Botet) itu sebenarnya ada atau tidak.

Di malam berikutnya, mereka berempat berkumpul di rumah Wren. Mereka berencana untuk melakukan ritual pemanggilan Slender Man. Mereka mengikuti langkah-langkah sesuai yang mereka dapatkan melalui internet. Tidak selang begitu lama, mereka mendengar suara lonceng yang menandakan bahwa sosok Slender Man memenuhi panggilan mereka. Mereka berempat tetap pada posisi berpegangan tangan dan menutup mata mereka dengan kain, karena cara seperti itu yang mereka dapatkan melalui dunia maya. Mereka hanya merasakan seolah-olah ada penampakan orang lain di sekitar mereka. Tetapi salah satu diantara mereka yaitu Chloe merasa penasaran dan membuka kain penutup matanya. Ia lantas berteriak ketika menyadarai sosok Slender Man tepat ada didepannya, dengan penampakan hanya kepala bulat tanpa raut muka ditambah dengan jumlah kaki dan tangan yang banyak seperti tentakel.  

Ke 3 sahabat perempuan itu pun membuka kain penutup mata mereka, dan mereka kaget dan panik ketika menyadari bahwa Chloe hilang secara misterius, mereka mulai curiga bahwa sebenarnya Slender Man nyata adanya. Wren dan sahabatnya tersebut pun memutar otak untuk mencari keberadaan Chloe, karena sudah 2 hari terhitung sejak berita kehilangannya belum ada kabar lagi hingga sekarang. Akhirnya mereka pun melakukan ritual pemanggilan Slender Man lagi. Cara yang mereka lakukan masih sama, dan kali ini yang merasakan kehadiran sosok Slender Man adalah Katie. Karena takut dan panik Katie pun membuka mata, dan ia melihat sosok bayangan Slender Man tetapi seperti di hutan belantara. Ia berlari mencari jalan keluar tetapi sosok Slender Man terus mengejarnya. Ketika keesokan harinya Wren dan Hallie ke sekolah, mereka tidak mendapati sosok Katie, dan sama seperti itu di hari berikutnya, mereka pun beranggapan bahwa sang Slender Man telah menculik Katie.  

Dalam masa sinema horor modern sekarang ini,film-film horror seperti Hereditary dan A Quiet Place membuktikan bahwa menciptakan pengalaman visual yang benar-benar menakutkan tidak hanya
membutuhkan scene-scene yang mencekam atau mengagetkan, tetapi juga cerita
yang solid dengan karakter yang menarik. Slender Man, yang disutradarai oleh Sylvain White (The Losers), mungkin hanya mendapatkan nilai separuh dari ramuan tentang film horor ini. Slender Man hanya
terbilang unggul untuk segi visual dan suara dengan penggunaan instrumen string
yang berat, yang mampu menciptakan suasana kelam di sepanjang film. 

Seperti kebanyakan film supernatural, ada momen klasik ketika salah satu pemainnya pergi ke perpustakaan dan melakukan penelitian tentang makhluk apa yang menghantui mereka. 
Namun dalam kasus film Slender Man terasa tergesa-gesa dan tidak lengkap. Karena tidak ada penjabaran dan pemahaman yang jelas tentang kapan tepatnya dia dapat muncul, atau bagaimana kekuatannya bisa mempengaruhi orang yang memanggilnya.  
Misalnya dalam film The Conjuring terdapat arwah yang terperangkap di rumah tertentu, dan ia menganggap dirinya lah penguasa rumah tersebut sehingga ia tidak mengizinkan orang lain menempati rumahnya tersebut. 
Pun demikian Javier Botet sang pemeran Slender Man jelas merupakan daya tarik utama film, meskipun dalam perannya kali ini ia tidak menampakkan mukanya sama sekali karena kepalanya hanya berbentuk bulat tanpa ada raut muka, dan ia sangat minim dialog karena tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya beberapa kali ia berteriak menakuti para remaja yang memanggilnya tersebut. 

back to top