Menu

Star Wars: Episode VII - The Force Awakens

Harus Nonton 3
Tidak Tertarik 0

Star Wars: Episode VII – The Force Awakens dibuka di sebuah planet gurun bernama Jakku, tiga dekade pasca runtuhnya Empire yang terjadi dalam Return of the Jedi. Kini, Republic perlahan tengah dibangun kembali, namun disaat yang bersamaan muncul sebuah gerakan (yang dalam salah satu adegan digambarkan seperti Nazi) bernama First Order. Salah satu misi First Order adalah untuk memusnahkan Jedi terakhir, Luke Skywalker (Mark Hamill), yang menghilang setelah usahanya yang gagal melatih sekumpulan Jedi baru. Pilot terbaik yang dimiliki Resistance bernama Poe Dameron (Oscar Isaac), ditugaskan untuk mengambil peta yang menunjukkan keberadaan Luke dari Lor San Tekka (Max von Sydow, yang didandani menyerupai Alec Guiness sebagai Obi-Wan). Poe kemudian menyembunyikan peta tersebut dalam sebuah droid kepercayaannya yang bernama BB-8, ketika Kylo Ren (Adam Driver) tiba-tiba muncul dan menyerang. Sosok Ren akan mengingatkan kita pada kisah Anakin Skywalker muda, seseorang yang sebenarnya memiliki kebaikan dalam dirinya, namun terseret oleh pengaruh kekuatan jahat Emperor.

Melalui BB-8 ini, kemudian kita akan dipertemukan oleh tokoh utama yang baru: Rey (Daisy Ridley), seorang yatim piatu yang sehari-hari bekerja mengumpulkan spare part bekas dari bangkai-bangkai kendaraan untuk dijual, dan mantan Stormtrooper bernama Finn (John Boyega) yang melarikan diri setelah menyaksikan Ren dan armadanya melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil saat mencari peta yang dibawa BB-8. Ren, Finn dan BB-8 tak butuh waktu lama untuk saling bertemu dan tanpa mereka sadari terseret dalam kekacauan peperangan galaksi. Seperti film-film Star Wars terdahulu yang plotnya mengandalkan banyak asas kebetulan, mereka bertiga pun kemudian bertemu dengan Han Solo (Harrison Ford) yang sedang mencari pesawat lamanya yang dicuri, Milennium Falcon. Bersama, tim lintas generasi ini melakukan petualangan baru untuk menyelamatkan galaksi.

Hal terbaik yang dilakukan Star Wars: Episode VII - The Force Awakens adalah, bahwa film ini memuat elemen nostalgia dengan porsi yang cukup memuaskan bagi penonton yang tumbuh dengan menonton trilogi Star Wars orisinal, namun di saat yang bersamaan memperkenalkan elemen dan karakter baru yang menarik, modern dan relevan bagi penonton yang bahkan belum pernah menonton satupun film Star Wars sebelumnya. Seperti apa yang telah dilakukan A New Hope dan Empire Strikes Back, cara The Force Awakens membangun karakter dan situasinya juga amat efektif. Film ini amat peduli dengan karakter-karakternya namun menolak untuk berlama-lama menyorot satu karakter baru hanya agar penonton bisa mengenalnya dengan baik. Alih-alih, tanpa basa-basi penonton langsung dibawa berpetualang bersama mereka, dan dengan menunjukkan bagaimana tiap karakter bereaksi terhadap tiap situasi, sutradara J.J. Abrams membuat penonton bisa sekaligus mengenal dan memahami latar belakang mereka tanpa harus kehilangan adegan-adegan seru. Kill two birds with one stone.

Dari segi casting, memilih aktor perempuan dan aktor kulit hitam sebagai tokoh sentral merupakan salah satu langkah yang berani. Daisy Ridley dan John Boyega berhasil menghembuskan nafas segar pada pembuka trilogi Star Wars yang baru ini dengan menghadirkan dua sosok protagonis yang amat menarik untuk sebuah film aksi. Dua karakter ini ditulis dengan rasa kemanusiaan dan sensitifitas yang pas, ditambah lapisan humor yang kasual, menjadikan dinamika hubungan keduanya sebagai elemen yang tak kalah menyenangkan untuk diikuti disamping semua keseruan yang terjadi secara visual. Perhatikan bagaimana keduanya memainkan adegan saat mereka pertama kali bertemu di Jakku dan langsung harus menghadapi kawanan Stormtrooper. Apa yang dikatakan Rey pada Finn saat keduanya berlari merupakan salah satu dialog terlucu sekaligus kunci untuk mengenal dua karakter ini. Bersama dengan Charlize Theron sebagai Furiosa dalam Mad Max: Fury Road, hadirnya Rey dalam The Force Awakens melengkapi 2015 sebagai tahunnya para badass heroine.