Menu

Carrie Fisher Meninggal Dunia di Usia 60 Tahun

Setelah mengalami serangan jantung dalam sebuah penerbangan dari Inggris ke Los Angeles pada malam Natal lalu, Carrie Fisher sempat dikabarkan berada dalam kondisi yang kritis namun cenderung stabil. Namun sayangnya, meskipun berhasil melalui hari Natal, ia dikabarkan meninggal dunia hari ini. Fisher berusia 60 tahun, dan kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh anak perempuannya, Billie Lourd.

Fisher yang lahir pada tahun 1956, adalah anak dari penyanyi Eddie Fisher dan aktris Debbie Reynolds. Sebagai seorang anak yang tumbuh mencintai buku, tak butuh waktu lama bagi Fisher untuk mengikuti jejak ibunya dalam menggeluti dunia akting. Ia tampil dalam pementasan musikal Broadway yang dibintangi Reynolds berjudul Irene pada tahun 1973, saat ia masih berusia 15 tahun. Debutnya dalam dunia film terjadi dua tahun setelahnya, yaitu dalam film arahan Hal Ashby, Shampoo, yang dibintangi Warren Beatty.

Karena kesibukannya bekerja sebagai aktris, membuat Fisher tidak pernah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Ia lalu berniat untuk kembali mengenyam pendidikan formal, dan berhasil diterima di salah satu skolah bergengsi, Sarah Lawrence College. Awalnya ia direncanakan untuk memulai sekolah pada tahun 1978. Hingga kemudian Star Wars muncul. Terpilih memerankan Princes Leia Organa dalam saga sci-fi luar angkasa rekaan George Lucas, sepanjang kariernya ia amat melekat dengan karakter pemberontak yang bertanggungjawab menumbangkan dominasi kekuatan jahat dari Galactic Empire ini. Ia kembali memerankan tokoh Leia dalam dua film sekuelnya, The Empire Strikes Back dan Return of the Jedi. Dan tahun lalu, ia lagi-lagi kembali sebagai sosok yang lebih dewasa, dengan jabatan yang lebih tinggi, General Leia, dalam The Force Awakens.

Tapi Fisher lebih dari sekedar Leia. Dalam film, ia juga tampil dalam The Blues Brother, Hannah and Her Sisters, dan When Harry Met Sally. Ada pula beberapa penampilannya dalam Broadway. Dan ia juga seorang penulis. Buku perdananya, sebuah otobiografi yang difiksikan, Postcard from the Edge, dipublikasikan pada tahun 1987. Ia kemudian mengadaptasinya menjadi naskah film, untuk difilmkan oleh Mike Nichols pada tahun 1990, dibintangi oleh Meryl Streep dan Shirley MacLaine. Karya literatur Fisher setelahnya adalah sebuah novel berjudul Surrender The Pink pada tahun 1990, Delusions of Grandma tahun 1993, dan The Best Awful There Is di tahun 2004. Sedangkan tulisan non fiksinya termasuk Wishful Drinking (yang kemudian ia angkat menjadi pementasan one-woman show), Shockaholic di tahun 2011, dan The Princess Diarist yang baru saja diluncurkan.

Kehidupan pribadi Fisher juga tak kalah berwarnanya. Untuk urusan romansa, ia pernah menjalin hubungan dengan Paul Simon (lagunya yang berjudul Hearts & Bones bercerita tentang hubungan mereka), Dan Aykroyd, Bryan Lourd dan, yang baru saja ia ungkapkan melalui The Princess Diarist, Harrison Ford. Perjuangannya melawan alkoholisme, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan gangguan bipolar, juga terdokumentasikan dengan baik – termasuk oleh Fisher sendiri. Ia juga sempat melalui masa “wilderness years,” yaitu saat ia menghilang sesaat dari mata publik. Selama periode ini, ia justru menjalani karier baru sebagai salah satu script doctor paling sukses di Hollywood, dengan berkontribusi dalam proyek-proyek seperti Hook karya Steven Spielberg, prekuel Star Wars, dan Young Indiana Jones.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, ia kembali aktif tampil di hadapan publik, dengan muncul dalam beberapa judul serial seperti Weeds, Entourage, The Big Bang Theory, 30 Rock, dan dalam serial tv Inggris, Catastrophe. Dan setelah kembali ke keluarga Star Wars dalam The Force Awakens, kita akan melihat penampilan terakhirnya sebagai Leia dalam Episode VIII di tahun 2017 mendatang. Pengambilan gambar untuk scene yang menampilkan Fisher dalam Episode VIII dilaporkan telah selesai dilakukan.

"It is with a very deep sadness that Billie Lourd confirms that her beloved mother Carrie Fisher passed away at 8.55 this morning," kata publisis Lourd dalam sebuah pernyataan resmi. "She was loved by the world and she will be missed profoundly. Our entire family thanks you for your thoughts and prayers."

Mark Hamill kemudian mengirimkan sebuah tweet, "No words."

back to top